Akhirnya sampailah pada topik kisah ketika Bapak yang menumpangi kami pertama kali bertemu dengan mertuanya. Sebagai remaja paruh-baya yang masih sama-sama lajang, para tukang numpang ini tentu saja mendengar cerita sang Bapak dengan antusias. Salah seorang cowok yang tadinya duduk agak jauh sampai pindah duduk di dekat saya. Kebetulan saya tahu dia punya pacar, keinginan untuk meledek pun tidak tertahankan.
"Kalau kamu gimana, Bang? Udah ketemu orang tua cewek kamu belum?" tanya saya sambil terkekeh.
Teman saya terdiam lama. Perlahan akhirnya dia menjawab, "Cewek aku udah ngga punya orang tua. Dua-duanya udah ngga ada. Makanya sekarang aku yang jagain".
Perut saya rasanya anjlok. Saya pun buru-buru minta maaf.
Mungkin itu alasannya kita nggak boleh tanya sesuatu yang kesannya menuntut. Kita nggak pernah sepenuhnya tahu hidup seperti apa yang dijalani orang yang kita tanyai.
—Bandung, 19 Mei 2017
Teman saya terdiam lama. Perlahan akhirnya dia menjawab, "Cewek aku udah ngga punya orang tua. Dua-duanya udah ngga ada. Makanya sekarang aku yang jagain".
Perut saya rasanya anjlok. Saya pun buru-buru minta maaf.
Mungkin itu alasannya kita nggak boleh tanya sesuatu yang kesannya menuntut. Kita nggak pernah sepenuhnya tahu hidup seperti apa yang dijalani orang yang kita tanyai.
—Bandung, 19 Mei 2017